Rabu, 23 November 2011

Cara Mengatasi "Penyaki" Malas

asanya banyak diantara kita yang punya “penyakit” suka menunda-nunda pekerjaan. Penyakit ini, yang sebetulnya adalah kebiasaan, seringkali disebabkan karena kita malas mengerjakan sesuatu. Malas bangun dari tempat tidur, malas pergi olahraga, malas menyelesaikan tugas kantor, dll.

Menurut penelitian, kebiasaan malas merupakan penyakit mental yang timbul karena kita takut menghadapi konsekuensi masa depan. Yang dimaksud dengan masa depan ini bukan hanya satu atau dua tahun kedepan tetapi satu atau dua menit dari sekarang. Contohnya saja ketika Anda malas dari bangun, Anda akan berkata dalam hati: “Satu menit lagi saya akan bangun”, tetapi kenyataannya barangkali Anda akan berlama-lama di tempat tidur sampai akhirnya memang waktunya tiba untuk siap-siap pergi ke kantor.

Kebiasaan malas timbul karena kita cenderung mengaitkan masa depan dengan persepsi negatif. Anda menunda-nunda pekerjaan karena cenderung membayangkan setumpuk tugas yang harus dilakukan di kantor. Belum lagi berhubungan dengan orang-orang yang Anda tidak sukai, misalnya.

Sayangnya, menunda-nunda pekerjaan pada akhirnya akan mengundang stress karena mau tidak mau satu saat Anda harus mengerjakannya. Di waktu yang sama Anda juga mungkin punya banyak pekerjaan lain.



Dalam beberapa hal, Anda pun mungkin akan kehilangan momen untuk berkembang ketika Anda mengatakan “tidak” terhadap sebuah kesempatan –Anda malas bertindak karena bayangan negatif tentang hal-hal yang memberatkan didepan.

Di artikel ini saya ingin memberikan beberapa tips untuk mengatasi rasa malas. Tips ini bisa Anda praktekkan di tempat kerja ataupun lingkungan keluarga:

Ganti “Kapan Selesainya” dengan “Saya Mulai Sekarang”

Apabila Anda dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek, Anda sebaiknya JANGAN berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu.

Katakan setiap kali Anda bekerja: “Saya mulai sekarang”.
Cara pandang ini akan menghindarkan Anda dari perasaan terbebani, stress, dan kesulitan. Anda membuat sederhana tugas didepan Anda dengan bertindak positif. Fokus Anda hanya pada satu hal pada satu waktu, bukan banyak hal pada saat yang sama.

Ganti “Saya Harus” dengan “Saya Ingin”

Berpikir bahwa Anda harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan terbebani dan Anda menjadi malas mengerjakannya. Anda akan mencari seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut.

Satu tip yang bisa Anda gunakan adalah mengganti “saya harus mengerjakannya” dengan “saya ingin mengerjakannya”. Cara pikir seperti ini akan menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa Anda tidak harus melakukan pekerjaan yang Anda tidak mau.

Anda mau mengerjakan tugas karena memang Anda ingin mengerjakannya, bukan karena paksaan pihak lain. Anda selalu punya pilihan dalam kehidupan ini. Tentunya pilihan Anda sebaiknya dibuat dengan sadar dan tidak merugikan orang lain. Intinya adalah tidak ada seorang pun di dunia ini yang memaksa Anda melakukan apa saja yang Anda tidak mau lakukan.

Anda Bukan Manusia Sempurna

Berpikir bahwa Anda harus menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin akan membawa Anda dalam kondisi mental tertekan. Akibatnya Anda mungkin akan malas memulainya. Anda harus bisa menerima bahwa Anda pun bisa berbuat salah dan tidak semua harus sempurna.

Dalam konteks pekerjaan, Anda punya kesempatan untuk melakukan perbaikan berulang kali. Anda selalu bisa negosiasi dengan boss Anda untuk meminta waktu tambahan dengan alasan yang masuk akal. Mulai pekerjaan dari hal yang kecil dan sederhana, kemudian tingkatkan seiring dengan waktu. Berpikir bahwa pekerjaan harus diselesaikan secara sempurna akan membuat Anda memandang pekerjaan tersebut dari hal yang besar dan rumit.

Saya harap tulisan ini berguna. Kemalasan merupakan sesuatu yang normal dalam hidup Anda. Karena dia normal maka dia pun bisa diatasi. Tiga tips diatas bisa menjadi awal untuk berpikir dan bertindak berbeda dari biasanya sehingga Anda tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang hanya karena malas mengerjakannya.

Prinsip Mengurangi Negative Thinking

Diri kita diciptakan Tuhan dengan potensi kebaikan (nurani) dan keburukan (ego). Tugas kita yang kemudian dipandu oleh para nabi, orang-orang besar, dan para pemimpin yang baik adalah mengoptimalkan potensi kebaikan itu dan meminimalkan potensi keburukan. Memang mengikis kenegatifan bukan perkara mudah. Sulit malah. Ia menyangkut mengenali dan mengendalikan ego yang luar biasa cerdasnya.

Sulit, tapi harus dilakukan. Kenapa? Karena bila tidak, kesulitannya akan makin besar. Dan itu jelas membuat kita makin kecil saja di hadapan kenegatifan itu. Maka akan datang saatnya ketika potensi kebaikan kita sekarat. Maka di saat ini, kenekatan pun terjadi. Kita nekat untuk benar-benar berniat jadi negatif. Bila ini terjadi, perbedaan kita dengan iblis pun setipis hembusan nafas.

Sebelum itu terjadi, mengikis kenegatifan menjadi penting untuk dilakuan terus menerus. Maka lakukan langkah-langkah yang tepat dengan takaran yang cukup. Maka kenegatifan yang membelenggu kita seperti : malas, menunda, berbohong, merokok, berjudi, minuman keras, mencandu pornografi, narkotika, kemarahan, kesedihan berlebihan, kesombongan, korupsi, dan sebagainya akan terkikis.

Saya memilih lima langkah dalam hal ini:

1. Niat Teguh

Segala sesuatu dimulai dari niat bukan? Dan segala tindakan letak nilainya ada pada niatnya. Maka niatkanlah untuk terus mengikis kenegatifan diri. Saya buat rumus niat teguh sebagai berikut : Niat Teguh = Keinginan * Kesiapan untuk Belajar * Kesiapan hadapi masalah apapun.

Rumus niat teguh ini terdiri dari tiga hal tersebut. Dan dihubungkan dengan tanda perkalian, bukan penambahan. Maksudnya ketiga hal itu harus ada. Bila salah satu tak ada (nilainya nol), karena rumusnya dikali, maka nilai niatnya otomatis nol juga.

2. Keputusan Detail dan Jelas

Niat harus ditingkatkan jadi keputusan detail dan jelas. Tanpa ini, niat akan mengambang. Keputusan detail ini diantaranya:

· Kenegatifan apa yang akan dikikis?

· Akan lakukan perubahan drastis (sekaligus berubah) atau gradual (bertahap)?

· Daftar tindakan detail dan jelas.

· Orang-orang negatif mana yang akan kita tinggalkan?

· Situasi negatif mana yang menunjang terjadinya kenegatifan diri kita?

· Peralatan penunjang kenegatifan mana yang akan kita buang?

· Kapan semua hal itu akan dilakukan?

3. Melepas Kenikmatan Sekunder

Kenapa kita melakukan hal-hal negatif sampai hal-hal itu jadi kebiasaan? Karena kita merasakan adanya kenikmatan. Itulah kenikmatan sekunder. Secara primer kita tahu itu salah dan negatif. Tapi tindakan itu juga berikan kenikmatan. Nah, karena kenikmatan ini lah maka kita melakukannya. Maka sadari bahwa kenikmatan itu sekunder saja sifatnya. Artinya, ada kenikmatan primernya. Merokok itu nikmat. Bila niat telah teguh untuk berhenti merokok, maka mulailah tidak menginginkan kenikmatan sekundernya. Inginkan kenikmatan primer berhenti merokok. Rasakan kenikmatan ketika anda berhasil tak tergoda untuk merokok. Wuah, itu nikmat sekali lho… Kenikmatan yang berasal dari rasa kuasa atas diri anda sendiri.

4. Melakukan hal-hal positif

Tidak melakukan hal-hal negatif tidak cukup. Biasanya tidak tahan lama. Maka anda perlu lakukan hal-hal positif. Untuk menggantikan kekosongan yang ditinggalkan oleh hal-hal negatif. Beberapa waktu lalu, saya terlalu banyak nonton TV. Untuk mengikisnya, saya lakukan langkah-langkahnya. Saya berniat teguh. Saya buat keputusan detail dan jelas. Saya benci kenikmatan sekundernya. Dan saya gantikan waktu nonton TV untuk lakukan hal-hal positif. Main sepeda. Membaca. Tulis buku. Main sama anak-anak. Dan sebagainya.

Ini berkaitan dengan syaraf di otak kita. Sebuah pemutusan hubungan antara sel-sel syaraf akan permanen bila dibentuk hubungan baru. Perselingkuhan akan benar-benar berakhir, bila selingkuh itu diakhiri dan dibangun hubungan sehat dan penuh cinta dengan pasangan (suami/istri) sah kita. Bila hanya memutus perselingkuhan tanpa membangun hubungan sehat dan penuh cinta, maka akan terbentuk lagi hubungan selingkuh lagi. Apakah dengan selingkuhan yang lama atau dengan yang baru.

5. Lakukan hal-hal Produktif

Langkah ini penting agar perubahan dan kebaikan kita konsisten. Produktif beda dengan positif. Produktif pasti positif. Tapi positif belum tentu produktif. Tiap pagi saya antar anak-anak ke sekolah. Itu positif. Tapi tak produktif. Buat catatan di facebook positif. Produktifkah? Pasti. Maka prinsip ke lima ini penting. Kemajuan berasal dari kegiatan produktif. Tapi kegiatan produktif tak bisa kita lakukan bila kegiatan positifnya keteteran.

Let the Focus to be Let's Go!

Saat kita mencoba mengerjakan sesuatu dengan niat yang terfokus (focused intent), yang terjadi kita menggunakan conscious mind (otak kiri). Hal ini membatasi kita untuk mengakses unconscious mind (right brain) yang memiliki kemampuan processing bermilyar-milyar kali lebih cepat dibanding si conscious.

Dalam banyak buku self-help sering diterangkan bagaimana kita membuat intent (niat) untuk mencapai apa yang kita inginkan. Selama ini banyak orang yang beranggapan intent sebagai “something that we want to happen”. Oleh karena itu conscious mind kita berusaha mencari intent yang positif dan membahagiakan.

Seringnya kita diajari bagaimana membuat intent yang sifatnya 3P: Positive, Precise, Present. Jadi intent didefinisikan diawal dan diusahakan untuk terjadi karena kita percaya skenario seperti itu yang paling bagus. Intent seperti ini bisa saja berhasil. Namun biasanya saat tidak berhasil, kita mungkin merasa gagal dan berpikir ada proses yang salah.

Conscious mind kita memiliki kemampuan terbatas. Hanya mampu memproses 5-10% dari realita yang terjadi. Oleh karenanya, intent yang kita definisikan dari conscious mind bersifat limiting (membatasi). Kita cenderung fokus pada apa yang kita inginkan. Disitu ada wanting (keinginan) dan expectation (harapan), yang apabila tidak terpenuhi bisa menimbulkan kekecewaan dan rasa frustasi. Akhirnya kita merasa tidak berdaya karena gagal mencapai yang kita inginkan.

Mendefinisikan intent dari conscious mind memberi kesan seolah-olah kita tahu yang terbaik, padahal barangkali ada lagi yang lebih baik kalau kita bersedia untuk let go (berserah diri).

Untuk mengakses the power of Unconscious Mind, fokus kita bukan pada “apa yang kita inginkan” tapi justru pada “let go”. Dengan let go kita melepaskan diri dari expectation tentang bagaimana segala sesuatunya mesti terjadi. Lantas kita pun membuka diri untuk menerima skenario lain yang lebih baik dibanding skenario yang kita pilih. Let go mengizinkan kita untuk bersyukur dalam menerima apa yang kita inginkan dan juga merasa nyaman untuk menerima seandainya yang kita inginkan itu tidak terjadi. Dalam kondisi ini kita tidak merasa powerless atau gagal.

Unconscious mind memiliki kemampuan processing bermilyar-milyar kali lebih cepat dibanding si conscious. Melalui let go kita mengaktifkan unconscious mind yang memiliki akses ke infinite potentials (potensi tak terbatas) di alam raya ini.

Bagaimana caranya kita fokus pada let go, bukan pada apa yang kita inginkan?

Misalnya Anda sedang mengalami kesulitan finansial. Fokus Anda bukan pada intent yang 3P, dimana Anda ingin Rpxxxx uang misalnya. Anda cukup bertanya, misalnya: “Seandainya kondisi finansial saya berbeda, apa yang saya rasakan?” Jadikan pertanyaan ini sebagai INTENT. Lantas observe (perhatikan) apa yang BERBEDA - bukan apa yang sama - dari feeling Anda. Tanyakan sekali lagi, misalnya: “Seandainya keinginan saya untuk punya uang tidak ada, bagaimana rasanya?”. Perhatikan feeling yang berbeda dan rasakan.

Barangkali Anda lantas merasa ada kelegaan di hati. Anda mungkin melihat gambar balok es mencair. Barangkali Anda mendengar suara yang bilang "sebentar lagi kamu kaya". Apa saja, yang jelas tanpa dibuat-buat. Melalui hati, rasakan seolah-olah apa yang Anda inginkan sudah terjadi sekarang. Perhatikan dan rasakan semua ini kemudian LET GOOOOOOOOOOO.

Seorang teman mempraktekkan ini dan beberapa jam kemudian dia memperoleh uang beberapa juta. Jauh melampaui “wildest imagination”nya, karena expectationnya sudah di let go. Seorang teman lain sembuh dari penyakit yang sudah menahun. Hanya cukup dengan bertanya dan let go.

Intinya: fokus kita bukan pada apa yang kita inginkan, tapi pada let go. Izinkan unconscious mind kita yang dengan multi-processor nya bekerja tanpa diganggu oleh kekhawatiran atau dan keragu-raguan.

Membangun Kekuatan Diri

Pernahkan terlintas dibenak Anda mengapa beberapa orang tertentu seperti dilahirkan sebagai winners? Orang-orang seperti ini biasanya dengan mudah meraih prestasi dan memiliki karir sukses.

Apa sesungguhnya yang membuat orang-orang ini berhasil, sementara yang lain jatuh gagal?

Sebetulnya tidak ada yang aneh dalam hal ini. Orang-orang ini memiliki kemampuan mengelola potensi yang ada dalam dirinya dan mengambil alih kendali hidup yang diarahkan untuk pencapaian sebuah tujuan. Dalam kata lain, mereka menguasai personal power.

Kita semua memiliki kekuatan dalam diri kita yang tinggal menunggu perintah untuk dijalankan. Kekuatan ini berupa pikiran yang kita miliki, kata-kata yang diucapkan, dan tindakan yang kita ambil.

Personal power adalah kemampuan mengelola pikiran, ucapan, dan tindakan yang membawa kebaikan bagi diri kita dan orang-orang sekitar.

Personal power tidak bergantung pada latar belakang pendidikan atau posisi yang Anda pegang. Melainkan pada kesadaran untuk mengamati pikiran yang ada di kepala Anda. Kata-kata yang diucapkan pun mewakili betul apa yang Anda yakini. Kemudian perilaku Anda mencerminkan apa yang Anda percaya sebagai kebaikan bagi diri dan sesama.

Keselarasan antara pikiran, ucapan dan tindakan ini menjadi kunci dalam pengelolaan personal power.

Jika Anda menganggap diri Anda sebagai pribadi yang kuat. Saat Anda berbicara dengan orang lain ucapan Anda akan terdengar penuh kepercayaan diri. Dan tentunya sikap yang Anda tampilkan sekarang berbeda. Anda menjadi lebih aktif dan berani mengambil keputusan.

Pikiran Anda adalah aset luar biasa yang Anda miliki sebagai anugerah dari Yang Maha Kuasa.

Apa yang Anda pikirkan menentukan arah hidup yang Anda tuju. Saat Anda memiliki kemauan untuk meraih sebuah tujuan, Anda jaga kemauan ini dengan pikiran yang sejalan dengan cita-cita Anda.

Tips Cara Pengambilan Keputusan Yang Tepat

Jika Anda seorang leader yang aktif berkomunikasi, tentunya Anda sering mengambil keputusan dari mulai hal-hal yang sederhana sampai pada yang berdampak terhadap banyak kepentingan.

Tergantung dari situasi yang Anda hadapi, ada tiga gaya pengambilan keputusan. Tiap gaya mempunyai karakter tersendiri yang ditentukan oleh keadaan dan keterlibatan orang-orang didalamnya.

Yang pertama, memutuskan sendiri. Dalam hal ini Anda, sebagai leader, mengambil keputusan sendiri dan kemudian mengkomunikasikan keputusan Anda pada orang-orang di tim Anda. Gaya ini efektif saat Anda mempunyai informasi cukup dan pengetahuan yang diperlukan. Keputusan Anda akan diterima baik oleh tim karena waktunya pun terbatas.

Kedua, konsultatif. Menggunakan pendekatan ini, Anda berkonsultasi dengan anggota tim yang lain dalam mengumpulkan informasi untuk mendapatkan kepastian. Konsultasi ini bisa dilakukan dalam suasana pertemuan one-on-one atau dalam sesi meeting. Begitu informasi yang diperlukan terkumpul, Anda membuat keputusan dan mengkomunikasikannya pada orang lain.

Ketiga, konsensus atau musyawarah untuk mufakat. Pendekatan ini melibatkan Anda dan anggota tim yang lain untuk mencapai kesepakatan dalam pengambilan keputusan. Semua terlibat aktif untuk menyuarakan pendapatnya. Keputusan yang diambil merupakan hasil mufakat bersama yang diterima oleh semua pihak dengan memuaskan. Konsensus tidak serta merta memerlukan persetujuan semua anggota, tapi paling tidak memenuhi kuorum yang disyaratkan.

Pendekatan apapun yang Anda ambil memerlukan seni berkomunikasi yang jelas dan terarah. Gunakan kualitas bahasa, suara, dan sikap tubuh yang benar agar pengambilan keputusan terlihat meyakinkan dan diterima semua pihak.


Nama Dosen : Pak Parno
Mata Kuliah : Desain Pemodelan Grafik

5 Cara Hilangkan Komedo


Agar kulit tetap mulus ternyata tak perlu banyak bahan kimia. Lima kekayaan alam ini ternyata juga bisa membantu membuat kulit lebih sempurna.

Komedo merupakan salah satu masalah kulit yang menjengkelkan. Memiliki kulit halus tapi berkomedo tetap saja penampilan terlihat kurang sempurna.

Titik hitam yang sering ditemukan dihidung tersebut sering disebut dengan komedo jenis blackhead. Seringkali komedo jenis ini sulit untuk dihilangkan.

Namun, ada cara tanpa perlu menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan kulit mulus tanpa komedo. Pengobatan dengan menggunakan bahan alami ternyata bisa membantu menyingkirkan komedo.

Berikut adalah beberapa perawatan sederhana yang dapat Anda lakukan di rumah untuk menyingkirkan komedo, seperti dikutip dari medic magic.

Kulit jeruk
Kulit jeruk akan membuka pori-pori dan mengeluarkan komedo yang tersembunyi di balik kulit. Untuk melakukan perawatan ini adalah dengan memblender kulit jeruk dengan air sehingga terbentuk campuran kental. Balurkan campuran di wajah Anda, terutama di sekitar hidung. Biarkan semalaman dan bilas dengan air pada esok paginya.

Daun mint dan Kunyit
Daun mint memiliki kandungan yang dapat mengangkat sel kulit mati, daun berwarna hijau ini juga memiliki efek dingin untuk menenangkan kulit. Campur jus daun mint dengan bubuk kunyit. Letakkan pada wajah selama 30 menit dan segera bilas dengan air hangat setelahnya.

Pasta gigi
Baurkan sedikit pasta gigi pada bagian wajah yang berkomedo. Biarkan hingga kering, lalu bersihkan dengan handuk halus yang telah dicelupkan pada air hangat. Pasta gigi akan memudahkan komedo untuk disingkirkan.

Lidah buaya
Lidah buaya juga bagus untuk menghilangkan komedo. Ambil gel dari lidah buaya, lalu terapkan pada daerah komedo, diamkan selama 15 sampai 20 menit, lalu bersihkan dengan handuk hangat.

Putih telur
Putih telur sering dijadikan sebagai perawatan untuk memperhalus wajah. Kandungan putih telur juga bisa berguna untuk mengangkat komedo di wajah. Kocok putih telur dan tambahkan dua sendok makan madu segar. Pulaskan campuran pada wajah dan diamkan selama 20 sampai 30 menit sampai mengering di wajah. Setelahnya, bilas wajah dengan air hangat.


Mata Kuliah : Desain Pemodelan Grafik
NPM : 5A411138
Dosen : Pak Parno

Menghitung Mundur Menuju Kemusnahan Bumi (?)




Ketika Mark Lynas (seorang jurnalis dan juga penggiat lingkungan hidup asal Inggris) memaparkan pengamatannya lewat sebuah buku berjudul Six Degrees: Our Future on A Hotter Planet beberapa tahun yang lalu, masyarakat intenasional terhenyak hebat. Betapa tidak, dalam tulisan ilmiah yang diterbitkan oleh HarperCollins itu Mark menjabarkan apa yang akan terjadi ketika suhu udara dibumi naik 1oC hingga 6oC. Kenaikan disetiap drajatnya ternyata mampu melahirkan potensi kerusakan yang tak main-main. Mulai dari mencairnya lapisan es sehingga menyebabkan laut menyerap panas lebih banyak hingga berpotensi mempercepat Global warming, hingga yang terburuk adalah berkahirnya kehidupan dimuka bumi akibat bencana alam...!!

Berikut kita simak sedikit dari hasil investigasi Mark Lynas:

hitungan menuju kemusnahan
Ketika Suhu Udara Naik 1oC

Laut yang mulai kehilangan lapisan es di atasnya akan menyerap panas lebih banyak dan mempercepat pemanasan global; air tawar lenyap dari sepertiga permukaan Bumi; daerah dataran rendah di pesisir pantai akan diterjang banjir.
Ketika Suhu Udara Naik 2oC

Eropa menerima paparan panas yang tinggi; hutan-hutan rusak karena terbakar; tanaman- tanaman yang stres, bukannya menyerap karbon, mulai melepaskan karbon yang pernah diserapnya ke atmosfer; sepertiga spesies di dunia terancam punah.
Ketika Suhu Udara Naik 3oC

Karbon yang dilepaskan oleh tanaman dan tanah di Bumi mempercepat pemanasan global; matinya hutan hujan Amazon; angin topan dahsyat menghantam kota-kota pinggir laut; kelaparan di Afrika.
Ketika Suhu Udara Naik 4oC

Mencairnya lapisan es yang tak terkendali mengakibatkan pemanasan global tak dapat dihentikan; sebagian besar wilayah Inggris tidak dapat dihuni lagi karena terbenam banjir; wilayah Mediterania ditinggalkan penduduknya.
Ketika Suhu Udara Naik 5oC

Gas metana yang keluar dari dasar laut mempercepat pemanasan global; es di Kutub Utara dan Kutub Selatan habis; manusia berpindah-pindah tempat untuk mencari makanan dan mencoba, meskipun sia-sia, hidup seperti hewan di alam liar.
Ketika Suhu Udara Naik 6oC

Kehidupan di Bumi berakhir akibat badai besar, banjir bandang, bola api hidrogen sulfida dan metana berputar- putar cepat melintas di seluruh dunia dengan kekuatan bom atom; hanya jamur yang dapat bertahan hidup.

Paparan ini boleh jadi dipandang sinis oleh beberpa orang yang beranggapan bahwa global warming adalah sebuah mitos belaka, namun pernyataan lain yang dikeluarkan oleh Badan Perubahan Iklim PBB, Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), justru mengatakan sebaliknya dan cenderung seiring sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Mark. IPCC melaporkan bahwa rata-rata suhu udara global telah meningkat sebesar 0,6oC dari tahun 1850 hingga tahun 2000. Dan kondisi ini akan lebih parah lagi bila emisi gas rumah kaca dibiarkan terus bertambah seperti yang terjadi sekarang ini. Jikalau tak ada ’perubahan’ maka niscaya suhu permukaan bumi pada akhir abad 21 akan naik dari 1,1oC menjadi 6,4oC!!!

Bila kita menilik fenomena alam yang kerap hadir dimuka bumi belakangan ini maka apa yang dikemukakan oleh Mark dalam bukunya itu bisa jadi benar adanya. Lihatlah bencana banjir hebat yang rutin menyambangi hampir seluruh penjuru bumi utamanya asia. Atau gelombang panas yang membuat eropa kelabakan dan cukup banyak menelan korban jiwa. Tak ketinggalan adalah kebakaran hutan yang terus mengintai.

Salahsatu bukti yang cukup mengkhawatirkan adalah tertangkapnya gambar (oleh foto satelit) sebuah bongkahan dari pecahan gunung es di Antartika (Kutub Selatan) yang tengah mengarah ke perairan Australia, sekitar Macquarie Island, di ikuti dengan 100 potongan es kecil menuju arah Selandia Baru. Bongkahan gunung es dengan panjang hingga 19, 2 (hampir 20 km) dengan lebar 5 km ,atau hampir dua kali luas wilayah Hongkong ini, adalah bukti bahwa permukaan es dimuka bumi mulai menipis dan mencair akibat pemanasan global. Sebagai catatan, mencairnya es di kutub bumi (utara/selatan) berarti sama dengan penambahan debit air dipermukaan bumi. Dengan penambahan debit air dalam skala besar berarti secara tidak langsung mengancam keberadaan kehidupan didaerah-daerah pesisir atau dataran rendah. Akankah peradaban dimuka bumi ’sudah menemukan’ skenario akhirnya?? Semoga saja tidak...

Apa yang bisa kita lakukan sekarang mungkin hanyalah memperlambat datangnya hari akhir itu. Menghentikan pola hidup yang tak ramah lingkungan adalah sebuah pilihan yang harus kita ambil. Mulailah langkah-langkah penghijauan, berhemat air dan hentikan eksploitasi terhadap bumi...Atau semuanya benar- benar akan berakhir pada drajat keenam....